DPP FORMASI ][ online

Dewan Pimpinan Pusat – Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia

Wapres : Jangan Pahami Syariah Kulitnya Saja

Posted by FORMASI pada 16 April 2008

Wapres : Jangan Pahami Syariah Kulitnya Saja

(Pembukaan Kongres ke – VII Formasi)

Kongres ke-7 DPP Formasi

Kongres ke-7 DPP Formasi

Jakarta (16/04) – Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Rabu (16/4) pagi, meminta umat Islam jangan memahami syariah hanya kulit-kulit luarnya saja. Akan tetapi, pahami syariah dengan keyakinan. Hal itu disampaikan Wapres Kalla saat memberikan pengarahan di acara pembukaan Semiloka Nasional dan Kongres ke-7 Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia (Formasi) di Istana Wapres, Jakarta.

Hadir dalam acara tersebut sekitar 250 Mahasiswa Syariah yang berasal dari 64 Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) seluruh Indonesia dan sejumlah undangan. “Tidak karena dia berbahasa Arab sehingga itu dianggap itu syariah dan sudah betul. Akan tetapi, harus dipahami syariah itu dengan betul, bagaimana keadilannya, kemaslahatannya bagi umat dan kemampuan serta kaitannya dalam melaksanakan semangat kebangsaan kita. Jadi, bukan pahami kulit-kulitnya saja,” ujar Wapres.

Di awal sambutannya, Wapres Kalla mengaku tersinggung jika ada orang yang menyatakan ingin melaksanakan syariat Islam. “Seolah-olah kita tidak menjalankan syariat Islam. Padahal, sejak saya dilahirkan, saya sudah menjalankan syariat Islam di antaranya aqidah, ibadah dan muamalah. Coba tunjukkan kepada saya satu saja apa syariat Islam yang belum dijalankan di Indonesia?, “tambah Wapres.

Menurut Wapres, umat Islam sering sempit melihat pengertian syariah. “Orang jadi sering salah paham tentang syariah. Begitu juga mereka yang non-muslim jadi keliru dan khawatir dengan adanya syariat Islam. Syariat Islam adalah bagaimana kita menjalankan aqidah, ibadah dan muamalah,” lanjut Wapres.

Wapres mengatakan bahwa persoalan syariah sebenarnya diterima oleh sebagian umat Islam dan ditolak sebagian non-muslim. “Yang Islam meminta syariah dilaksanakan antara lain supaya hukum rajam bisa dilaksanakan. Sedangkan yang non-muslim takut dilaksanakan hukuman potong tangan. Padahal, dua-duanya tidak bisa dilaksanakan di Indonesia. Di negara muslim saja seperti Malaysia dan negara-negara Timur Tengah tidak ada yang melaksanakan, kecuali Arab Saudi,” jelas Wapres.

Kedua hukuman Islam itu tidak bisa dilaksanakan antara lain karena selain butuh empat saksi untuk dirajam, juga hukuman potong tangan dilaksanakan dulu karena tidak ada penjara. Sekarang ini sudah banyak penjara.

sumber : http://mediaindonesia.com

3 Tanggapan to “Wapres : Jangan Pahami Syariah Kulitnya Saja”

  1. Agung said

    kata2 “Jangan luarnya aja”. emang luarnya dari syari’ah itu apa?

  2. waduh,lama nian gak ikutan formasi.terakhir saya hanya dapat ikuti muktamar luar biasa formasi di vila cisarua Bogor sekitar Mei 2003.setelah itu tidak pernah lagi.namun alhamdulillah,lulusan syariah betul-betul dapat tempat.saya sejak januari 2005 aktif sebagai PNS di Kanwil Kemenkum/HAM Bali.jurusan saya Mu’amalat di IAIH Pancor Lotim.bulan ini masuk lagi 2 orang lulusan Syariah di Kanwil kemenkum/HAM Bali,lulus tes beberapa bulan lalu.pokoknya syari’ah dapat tempat seperti dulu sering kita wacanakan dalam formasi.saya buktikan sendiri.penghargaan selalu untuk antum semua para penerus kami yang masih aktif.tapi sekitar November 2008 lalu saya ikut pelantikan sebagai pengurus persatuan sarjana syariah seindonesia di RM Bundo Kanduang Denpasar,tapi juga hingga kini kok gak ada kabar lagi.padahal ketuanya itu yang sekarang jadi ketua PA Badung Bali.

  3. mohammad rofi' abdulloh bamyuwangi said

    saya minta email temen temen panitia pak formasi????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: