DPP FORMASI ][ online

Dewan Pimpinan Pusat – Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia

Toleransi Kehidupan Beragama di Indonesia Dapat Dijadikan Teladan Ideal

Posted by FORMASI pada 18 April 2009

Toleransi kehidupan beragama dan hidup berdampingan secara damai di Indonesia dapat dijadikan model kehidupan beragama bagi kawasan lain.

Demikian kesimpulan yang mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Divisi Intercultural Dialogue with the Islamic World, Kementerian Luar Negeri Jerman, Dr Gabriela Linda Guellil dan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri RI, Andri Hadi, di Kementerian Luar Negeri Jerman, Jum`at, 17 April 2009.

Andri mengatakan, pemerintah Jerman menilai positif dan menaruh perhatian terhadap kehidupan beragama di Indonesia yang toleran dan hidup berdampingan secara damai. Pemerintah Jerman menilai positif bahwa toleransi kehidupan beragama di Indonesia dapat dijadikan model kehidupan beragama bagi kawasan lain, ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar RI di Berlin, Eddy Pratomo, menyampaikan kesiapan pihak KBRI untuk memfasilitasi terlaksananya kerjasama yang lebih erat di masa yang akan datang. Pihak Jerman menyampaikan antusiasmenya untuk turut serta berpartisipasi dalam kerangka Global Interfaith Dialogue yang akan diselenggarakan oleh Indonesia, kata Eddy.

Dalam pertemuan itu, seperti dilansir Antara, disampaikan berbagai kegiatan intrafaith dan interfaith dialogue yang telah dilakukan Indonesia dengan berbagai negara sahabat seperti Australia, Austria Italia, Vatikan dan Rusia. Selain itu, juga dibahas berbagai kemungkinan bentuk kerjasama baru antara kedua negara.

Menurut Andri, rencana penyelenggaraan Global Interfaith Dialogue tahun 2010 akan dilaksanakan di Indonesia. Jerman diharapkan turut serta dalam rangka meningkatkan pemahaman keharmonisan beragama yang kompatibel dengan demokrasi di Indonesia.

Di tempat terpisah, penilaian ihwal praktek kehidupan beragama di Indonesia juga disampaikan Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini. Franco menyatakan negaranya sangat menghargai budaya koeksistensi damai di Indonesia dan menganggap perlunya masyarakat global belajar dari toleransi di Indonesia.

Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Indonesia juga berperan sebagai model yang mewakili tradisi Islam moderat yang dapat hidup berdampingan secara damai dengan penganut agama lain, kata Franco dalam pidato pembukaan konferensi bertema Unity in Diversity, the culture of coexistence in Indonesia, di Roma.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda – KIB I, dalam sambutannya menjelaskan bahwa konsep “Unity in Diversity” (Bhineka Tunggal Ika) semakin penting di dunia yang multi-kultur dewasa ini. Terlebih tidak ada satu pun negara yang benar-benar homogen dalam batas wilayahnya.

Itu menyebabkan toleransi yang berkembang dalam hubungan antar- penganut agama di Indonesia, yang berakar dari budaya musyawarah untuk mufakat, menjadi salah satu cara dalam membangun dan mempertahankan keharmonisan dunia modern, ujar Menlu Wirajuda.

Pandangan yang sama juga disampaikan Prof Andrea Riccardi, pendiri Santo Egidio. Ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan laboratoriom kemajemukan (pluralisme), dan dunia memerlukan peradaban mengenai hidup berdampingan secara damai (civilization of coexistence). Dunia memerlukan peradaban hidup berdampingan secara damai (dan Indonesia adalah modelnya, kata Andrea.

Selain menjadi forum untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, konferensi yang merupakan hasil kerja sama pemerintah kedua negara dengan perhimpunan Santo Egidio itu juga dimaksudkan untuk membangun dialog tingkat tinggi antara wakil-wakil organisasi Islam di Indonesia dan para pakar dari Italia.

Hadir sebagai narasumber Ketua Umum PBNU, KH. Hasyim Muzadi serta tokoh-tokoh agama lain dari Indonesia antara lain Prof Dr Bachtiar Effendi, Prof Dr Siti Musdah Mulia, Prof Dr Azyumardi Azra, Uskup Martinus D Situmorang, serta utusan Menteri Agama RI yang diwakili oleh Prof Atho Muzhar, Prof Dr Komaruddin Hidayat serta Dr Fatimah Husein.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: